hhh…
Pernah dianggap bersalah atas sesuatu tanpa kamu tahu kesalahan apa yang pernah kamu perbuat?
—
Sore itu di bulan Agustus 2006, sepucuk surat diantarkan ke kamarku. Inti isinya “Kontrak Anda sudah habis bulan depan dan tidak akan diperpanjang tanpa perlu saling memberitahukan alasan” What?!?! Perlu dikonfirmasi nih…
—
“Saya tidak perlu memberitahukan alasan Anda harus keluar, toh kalo Anda yang minta keluar, saya pun tidak akan bertanya mengapa kan?” Kata2 itu yang diucapkan si tua bangka itu ke aku. Ada yang ngga beres nih. Oke, ‘main aman’ aja, besok kita diskusikan lagi.
—
“Masalahnya bukan pada pembayaran Anda, saya tidak masalah Anda mau bayar langsung 2 bulan ato sebulan juga, tapi saya sudah terlanjur janji sama orang karena kamarmu itu sudah dipesan orang lain” Damn!!! Itukah alasannya? Ditawarin ke orang lain (with a better price, actually) selama penghuni lamanya juga masih disitu? Etika bisnis, kepercayaan, dan segala unsur kemanusiaannya kemana? Sudah hilang!!! Oke, cukup…biar kuselesaikan ini sendiri, orang tua ku tidak perlu merayu si bedebah itu untuk merevisi keputusan. Yang jelas, aku gak ikhlas…Aku ga ngerti posisi aku dalam kasus ini bener ato salah, cuma yang jelas, aku TIDAK IKHLAS…
—
***Cerita di atas sudah disingkat disana-sini, versi lengkapnya jangan tanya ke aku, udah males ditanyain begituan. Info lengkap silakan tanya DU40-ers lainnya. Yang jelas, ini cukup menjawab mengapa aku sekarang di tubagus…

ya ampyuun..tragis betul nasibmu, dit…
Comment by ruanee — September 19, 2006 @ 1:42 pm
sabar yah dita,,,,
siapa tahu kamu bisa deket sama jodoh di Tubagus, gyahahahaha
Comment by upik — September 22, 2006 @ 10:39 am